Kisah: Demi Beli Sepatu Bola, Mangkal Jadi Tukang Becak

Reporter : We Aremania
Munhar Usai Latihan Di Arema (Foto: Abi Yazid)

Wearemania.net - Munhar memiliki masa lalu suram. Ia pernah menjadi tukang becak sebelum menjadi pemain sepak bola profesional. Semua itu ia lakukan karena ingin membeli sepatu bola. Maklum, saat itu orang tuanya tergolong kurang mampu.

Prestasi Munhar dalam satu tahun terakhir cukup moncer. Ketika awal bergabung dengan Arema pada 2012, kualitasnya sempat diragukan. Namanya kalah gemerlap dengan bek Charis Yulianto maupun Khusnul Yuli. Namun belakangan, seiring dengan kepercayaan yang diberikan pelatih, Munhaar berhasil menunjukkan penampilan yang apik.

Karakter keras dan garang seperti yang diharapkan suporter mampu ia tunjukkan. Ia pun akhirnya selalu menjadi pilihan utama. Seiring dengan prestasi moncer itu, arek Sidoarjo ini masih dipertahankan Arema.

Prestasi mantan bek tim PON Jatim 2008 itu pun berbanding lurus dengan kehidupan ekonominya. Gemerincing puluhan juta rupiah pun kini sudah bisa ia nikmati setiap bulan. Kondisi saat ini berbanding terbalik dengan masa remajanya dulu.

Selalu Semangat Dalam Latihan, Itulah Munhar

Saat masih remaja, ia pernah menjalani kehidupan serba kekurangan. Ia pun terpaksa mangkal menjadi tukang becak di Sidoarjo. waktu itu dalam benaknya, ia tak mau membebani orang tuanya untuk membeli sepatu bola maupun sekolah.

"Saya malu sebenarnya. Tapi memang dulu sempat narik becak kalau ada penumpang yang mau ke pasar (di Sidoarjo)," kata mantan pemain Persema ini. Becak yang ia kayuh bukan hasil sewa, tapi milik orang tuanya. Di saat becak sedang menganggur, ia yang menjalankan untuk mencari penumpang sepulang dari sekolah.

"Ya cukup lama saya mbecaknya. Pokoknya sebelum saya ke Malang (gabung ke Persema U-23 tahun 2007)," jelas dia.

Ketika ditanya lebih jauh tentang pengalaman jadi tukang becaknya, Munhar mulai malu. Karena itu dianggapnya sebagai sebuah kerja keras dan pengorbanan yang dia lakukan untuk meraih cita-cita jadi pemain bola seperti sekarang. Diperkirakan, kurang lebih lima tahunan, Munhar jadi tukang becak sebelum hijrah ke Malang tahun 2007. Dan jalan hidupnya pun berubah pasca membawa Persema U-23 jadi kampium kompetisi U-23 nasional tahun itu juga.

Atas prestasinya itu, setahun berikutnya dia ambil bagian saat mengantar skuad tim PON Jatim meraih medali emas di Kalimantan Timur. Karirnya pun berjalan mulus hingga masuk tim Persema tahun 2008-2011. Dan kemudian menyeberang ke Arema Cronous sampai sekarang.

"Alhamdulillah sekarang sudah dikasih rezeki sama Allah," tandas pemain religius tersebut. (Radar/Iwan)

Loading...

Komentar Aremania

Jadwal Pertandingan

VS
Liga 1 2019 - Stadion Kanjuruhan - 26/7 - 15.30 WIB
Jadwal Selengkapnya

Jadwal Pertandingan

1 - 0
Liga 1 2019 - Stadion Ratu Pamelingan - 20/7 - 18.30 WIB
Hasil Selengkapnya